Ini adalah kisah perjalanan ku dari Jogja hingga merapi. Hmmm... Seharusnya saat itu gw ga berada di Merapi, tapi seharusnya ada di bandung. Namun karena gagal ke bandung, akhirnya gw berangkat ke Tempat yang juga lebih tinggi dari tempat biasa gw beraktivitas. Kamis, 9 April 2009 (Lebih tepatnya saat pemilu), aku naik ke Kaliurang atas untuk melihat dan sedikit memantau gunung merapi. Bermaksud keesokkan harinya pada Jum'at 10 April 2009 naik ke merapi, tapi niat itu ku urungkan, mengingat ini adalah hari jumat, jadi hanya sebatas memantau gunung merapi dari ex pemantauan gunung merapi di pelawangan.
Sabtu 11 April 2009, pada pukul 05.32, aku berangkat dari penginapan menuju ke kplawangan turgo untuk melihat lebih dekat kondisi gunung yang katanya masih siaga ini. Dari puncak pelawangan terlihat jelas puncak merapi yang mempesona. Dan bagi anda yang senang menikmati alam, maka anda juga pasti ingin menikmati pemandangan ini.
merapi dilihat dari pelawangan Turgo
Sebenarnya dari Kaliurang ga ada jalur pendakian, oleh karenanya gw dari pelawangan Turgo, langsung mencari jalur menuju ke jalur pendakian. Beruntung setelah melewati beberapa hutan yang entah apa namanya, saya menemukan jalur yang di lalui oleh larva merapi ketika mengeluarkan isi perut bumi yang panas ini.
aliran muntahan perut bumi yang panas.
di lihat lebih jelas sebagai berikut. Dan ini adalah batu yang licin.
Setelah mengalami kesulitan karena memasukki area yang terjal dan licin, akhirnya gw memutuskan untuk melakukan crossing dan melewati jalur hutan kembali. walaupun ga mudah untuk melewati jalur hutan, karena harus memanjat tebing yang lumayan. Walau tanpa peralatan, dan alaskaki yang akhirnya hancur juga, karena tidak tahan dengan medannya. Akhirnya gw sampai di hutan yang lagi-lagi saya ga tau namanya. Menelusuri jalan ini, akhirnya saya sampai juga di jalur pendakian. Wuih lumayan panjang perjalanan ini. Waktu di jalur pendakian, akhirnya saya bertemu dengan beberapa pendaki lainnya, dan pendaki itu adalah turis. Dari keterangan mereka yang melalui pos utama, pendakian hanya di buka hingga POS II. Karena merapi masih dalam kondisi siaga. Ahirnya kami melakukan perjalanan, dan tibalah di Pos I.
Penanda, bahwa anda sedang berada di Pos I.
Lucu dan aneh, di pos I yang setinggi ini (ketinggiannya + 1670) ada yang membangun gapura.
Dari Pos I melanjutkan perjalanan ke pos II, di tengah perjalanan, kami berhenti karena melihat hal yang sangat menarik, yaitu semacam longsoran dari gunung merapi. Hmmmm.... kalau di lihat-lihat keren juga.
Ini nich yang di lingkari, kalo kurang jelas click aja. heheheh
Dan selanjutnya di Pos II, maaf gambarnya ga ada, alias ke apus dari file yang ada cuma gambar pemandangan dari atas aja.
Ga keliatan apa-apa yach ??... hehehe emang lagi kabut koq ...
Begitu sampai di POS II udah sekitar jam 11, jadi gw langsung kembali, karena kalau sudah terlalu sore akan susah balik kembali ke penginapan. di hutan sebelum pelawangan bisa hilang. jadi gw turun kebawah sendiri. Setelah melewati POS I, gw melihat beberapa anak-anak yang entar dari mana kecapekan, gw awalnya mengira mereka juga pendaki. yang rata-rata dari mereka adalah wanita. (Gimana ga rata-rata, cowoknya cuma 2, sisanya wanita semua...). Setelah lebih turun sedikit lagi, ternyata ada pimpinan komandonya. dan mereka adalah adalah anak-anak UGM yang tersesat. Hahahahahaha. Mereka tersesat di jalur pendakian yang bukan jalur mereka. Mereka dari jurusan ... pokoknya masih ada hubungan dengan kesehatan.
mereka mencari jalur tapi malah nyasar. Dan gw cuma bisa membawa mereka keluar dari jalur pendakian. Setelah keluar dari jalur pendakian, gw langsung buru-buru permisi untuk melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan. Sekitar sore saya sudah sampai di penginapan. dan istirahat.
Sampai sinilah cerita pendakian gw. Tunggu episode selanjutnya.
dadah ......